Kalau aplikasi pemblokir selalu gagal di tengah jalan, coba Nagging App
Merekomendasikan satu aplikasi pemblokir lagi ke orang yang sudah pasang dan hapus tiga, itu percuma. Masalah sebenarnya bukan kamu pilih pemblokir yang mana. Tapi cara "memblokir" memang tidak pernah cocok untukmu sejak awal.
Kebanyakan pemblokir bentuknya mirip-mirip. Kamu pilih aplikasi yang mau dijauhi, atur jam, dan di jam itu aplikasinya tidak bisa dibuka. Ada yang mengunci sekeras itu sampai tidak bisa dibatalkan; ada yang pura-pura kasih motivasi dengan menyuruhmu menanam pohon atau mengurangi poin. Intinya semua sama. Menahan tanganmu.
Makin keras memblokir, makin keras kamu melawan
Di sinilah jebakannya. Makin kuat blokirnya, makin kuat juga keinginan menerobosnya.
Siapa pun yang pernah pakai aplikasi kunci total tahu pola ini. Beberapa hari pertama bertahan. Lalu suatu hari ada urusan yang benar-benar mendesak, kamu paksa buka sekali, dan setelah itu bendungannya jebol. "Toh sudah pernah dibuka sekali." Makin kuat blokirnya, makin besar retakan satu kali itu runtuh. Dan tiap kali kamu buka kunci, pengalaman "tuh kan, aku memang tidak bisa menuntaskan apa pun" menumpuk. Cukup sering diulang, kamu jadi tidak percaya pada blokir itu; dan begitu tidak percaya, kamu hapus malah lebih cepat.
Aplikasi menanam pohon juga begitu. Awalnya kamu tahan supaya tidak layu; beberapa hari kemudian, pohon hidup atau mati kamu tidak peduli. Hadiah palsu cepat hilang khasiatnya.
Nagging App tidak memblokir, jadi tidak ada yang perlu ditembus
Nagging App tidak punya tembok untuk ditembus, karena ia memang tidak mengunci aplikasimu. Sebagai gantinya, ia mengingat tujuan dan alasan asli yang kamu tulis, lalu saat kamu terlalu lama memegang ponsel, ia menyodorkannya ke depan mukamu dalam bentuk omelan.
Yang dipertaruhkan bukan pohon palsu, tapi tujuan aslimu. "Bukannya kamu lagi nabung buat keluar dari kos satu kamar itu? Kok ini sudah dua jam scroll reels." Tembok kalau sudah dirobohkan ya selesai, tapi di kalimat ini tidak ada yang bisa dirobohkan. Karena itu memang kenyataan. Tidak ada musuh yang memblokir, jadi tidak ada yang perlu dilawan; tidak ada yang dilawan, kamu tidak lelah sampai menghapusnya sesering dulu.
Karakter yang mengomelimu juga bisa dipilih dari delapan. Dari ibu yang menyentil dengan lembut, CEO yang bicara cuma soal hasil, sampai teman kos tsundere yang ngomel sambil peduli. Kamu setel ke suara yang paling kena di hatimu.
Bukan berarti pemblokir itu tidak berguna
Jujur saja, pemblokir memang cocok untuk sebagian orang. Kalau kamu tipe yang menetapkan satu aturan lalu benar-benar menepatinya, Screen Time bawaan atau pemblokir sederhana sudah cukup. Ke orang seperti itu aku tidak akan memaksakan yang lain.
Tapi kalau kamu terus pasang dan hapus pemblokir berulang, itu bukan tekad yang lemah, melainkan tanda bahwa cara memblokir tidak cocok denganmu. Kalau menahan tanganmu tidak berhasil, kali ini mungkin lebih baik membuatmu ingat. Nagging App jalan di iPhone maupun Android.
Pertanyaan umum
Bukankah pemblokir yang tidak bisa dibuka kuncinya lebih ampuh?
Jangka pendek memang berhasil, tapi jarang bertahan. Makin kuat blokirnya, makin besar perlawanan balik dan rasa tak berdaya begitu kamu menerobosnya, dan akhirnya kamu hapus aplikasinya. Daripada menaikkan kekuatan blokir, mengingatkanmu di momen itu juga soal alasan kamu mau mengurangi justru lebih awet seiring waktu.
Apa Nagging App sama sekali tidak bisa memblokir aplikasi?
Tidak memblokir itu justru desainnya. Alih-alih memblokir, ia mengirim push omelan yang mencerminkan tujuan, alasan, dan hadiah yang kamu tulis sebelumnya, untuk menarik perilakumu kembali. Kalau kamu benar-benar butuh blokir keras, tinggal pakai bareng Screen Time atau aplikasi pemblokir.
Apa bedanya dengan aplikasi gamifikasi seperti menanam pohon?
Aplikasi gamifikasi bersandar pada hadiah palsu (pohon, poin), sedangkan Nagging App mempertaruhkan tujuan yang benar-benar kamu tulis. Hadiah palsu hilang khasiatnya dalam beberapa hari, sementara omelan yang menyebut tujuan aslimu adalah kenyataan itu sendiri, jadi sulit jadi kebal.
Baca berikutnya
- Screen Time, aplikasi pemblokir, dan Nagging App: dibandingkan jujurSaya sudah pakai ketiganya. Ada yang butuh tembok, ada yang butuh diomeli. Itu bukan orang yang sama.
- Kalau Screen Time iPhone belum cukup, coba Nagging AppScreen Time menahan tangan Anda. Masalahnya, yang membuka kuncinya lagi ya Anda sendiri.
- Kalau kamu membuang waktu di reels dan shorts"Sebentar saja" jadi satu jam itu ada sebabnya. Bukan karena kamu kurang niat.